Kisruh Limbah Lanjut, Walhi Tantang Pemkab
sabtu 25
Februari 2017
KOTA MANNA – Kisruh limbah CPO PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS)
berlanjut. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menantang Pemkab BS untuk
menyelidiki keberadaan dugaan pipa siluman pembuangan limbah PT SBS ke Sungai
Air Selali. Karena, Walhi mendapat informasi dugaan adanya pipa tersembunyi
tersebut.
“Kami mendapat informasi jika PT SBS diduga memiliki
pipa siluman untuk membuang limbah cair langsung ke sungai. Mari kita bersama
buktikan dugaan tersebut. Kalau terbukti, kami minta bupati mencabut izin
operasi PT SBS,” ujar Kepala Departemen Kajian Pembelaan dan Hukum Lingkungan
Walhi Indonesia, Zenzi Suhadi saat hearing dengan Bupati BS, H. Dirwan Mahmud,
Kapolres BS AKBP. Ordivas, S.IK, perwakilan Kejari, perwakilan PT SBS di ruang
rapat Kantor Bupati BS, Jum’at (24/2).
Bila dugaan pipa siluman itu tidak
terbukti, sambung Zenzi, maka PT SBS bisa terus beroperasi. Tantangan agar
Pemkab menyelidiki keberadaan dugaan pipa tersembunyi tersebut, lantaran Walhi
tidak menerima pelanggaran PT SBS terkait ambang batas parameter uji limbah
Total Suspendid Solid (TSS) hanya diberi sebatas rekomendasi oleh pemkab, agar
PT SBS membenahi pengolahan limbahnya.
Menanggapi tudingan dugaan keberadaan pipa siluman
itu, Manajer PT SBS Ilham Abdillah membantah keberadaan pipa tersembunyi
tersebut. Manajemen PT SBS tidak pernah memasang pipa lain untuk membuang
langsung limbah cair ke sungai. Limbah sebelum dibuang selalu diolah terlebih
dulu supaya tidak melebihi ambang batas baku mutu. “Kami pastikan tidak ada
pipa siluman tersebut, silahkan saja dibuktikan,” tegas Ilham.
Sementara itu menanggapi tantangan dari Walhi,
Bupati BS Dirwan Mahmud mengatakan hari ini Pemkab BS bersama DPRD BS siap
turun langsung ke lapangan menyelidiki keberadaan pipa tersebut. Bila terbukti
ada, maka Dirwan siap memberikan sanksi tegas kepada PT SBS. “Saya baru dengar
ada info dugaan pipa siluman milik PT SBS, besok (hari ini-red) kita ke lokasi.
Kalau tidak terbukti, masyarakat harus legowo dengan keberadaan PT SBS,” kata
Dirwan.
(Harian
Rakyat Bengkulu)
Komentar
Posting Komentar