Sungai Tercemar, Kulit
Jadi Gatal
Senin 25 juli 2016
KARANG TINGGI– Pasca meluapnya
sungai Rindu Hati anak sungai Bengkulu, menyebabkan batub ara yang selama ini
mengendap di dasar sungai keluar dan di panen masyarakat. Belakangan ini timbul
keluhan dari pencari batu bara, setelah masuk sungai yang warnanya pekat, kulit
warga jadi gatal-gatal dan memerah. Diduga kemungkinan besar aliran sungai
tersebut tercemar
Seperti yang diakui
Slamet, di aliran sungai Bengkulu berasal dari tiga anak sungai, pertama Sungai
Papan Penawai, Sungai Kemumu dan Sungai Rindu Hati. Dari tiga aliran anak
sungai ini, yang diduga tercemar adalah Rindu Hati, yang mana mengalir dari ulu
pemukiman Taba Penanjung dan Tambang. “1 sungai yang gatal, sementara 2 sungai
dari hutan bersih,” kata Slamet.
Senada dengan
keterangan Dewi, yang sedang asyik menangguk batubara di tengah-tengah Sungai
Bengkulu kemarin. Mencari batubara sangat gampang dan banyak hasilnya apabila
pasca air meluap, tetapi yang menjadi masalah bila naik ke daratan, sakit di
sebagian kulit tidak terelakkan lagi. “Harus siap-siap pakai salap, sebab
gatalnya membekas,” terang Dewi.
Dewi menambahkan,
sungai Rindu Hati memang tampak jelas seperti tercemar. Setiap hari warnanya
keruh dan banyak sampah terlihat hanyut di sekitar sungai. “Rasanya banyak
sampah rumah tangga yang masuk dalam sungai, dan ditambah dengan sampah dari
tambang. Inilah jadinya sungai ini gatal, tidak sama dengan aliran sungai
Kemumu dan Papan Penawai,” tutupnya..
(Harian Rakyat Bengklu)
Komentar
Posting Komentar