Genesis : Translokasi
bukan solusi konflik harimau
Rabu,
8 Juni 2016 16:16 WIB
Bengkulu - Aktivis lingkungan dari
Yayasan Genesis Bengkulu menilai pemindahan atau translokasi seekor harimau
Sumatera (Panthera tigris Sumatrae) dari Bengkulu ke Taman Safari di Cisarua
Bogor, bukan solusi untuk mengatasi konflik antara manusia dengan satwa langka
itu.
"Translokasi bukan solusi, karena kalau setiap ada harimau yang dievakuasi dan dipindahkan ke luar daerah bisa habis harimau di hutan Bengkulu," kata Direktur Yayasan Genesis Bengkulu, Barlian, di Bengkulu, Rabu.
Ia mengemukakan hal itu terkait pemindahan seekor harimau Sumatera bernama Giring dari Bengkulu ke Taman Safari, Bogor, Jawa Barat.
"Translokasi bukan solusi, karena kalau setiap ada harimau yang dievakuasi dan dipindahkan ke luar daerah bisa habis harimau di hutan Bengkulu," kata Direktur Yayasan Genesis Bengkulu, Barlian, di Bengkulu, Rabu.
Ia mengemukakan hal itu terkait pemindahan seekor harimau Sumatera bernama Giring dari Bengkulu ke Taman Safari, Bogor, Jawa Barat.
"Kerusakan kawasan hutan
untuk pertambangan dan perkebunan besar semakin mendesak rumah satwa langka
dilindungi, karena itu harus ada rencana aksi yang segera direalisasikan untuk
menyelamatkan harimau Sumatera," ucapnya.
Sebelumnya pihak Balai Konservasi
Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu pada Senin (6/6) memindahkan harimau jantan
bernama Giring dari Pusat Latihan Gajah Seblat ke Taman Safari, Bogor.
Kepala BKSDA Bengkulu, Abu Bakar,
mengatakan pemindahan tersebut sekaligus untuk memastikan kesehatan harimau
tersebut yang terserang penyakit parasit darah.
Untuk selanjutnya, kata Abu, masa
depan harimau yang dievakuasi dari wilayah Kabupaten Seluma, Bengkulu, itu
menunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
(Antara Bengkulu)
Komentar
Posting Komentar