Demo PT CBS
Berujung Ricuh, Warga Tertembak, Petugas Dibacok
Sabtu,
11/06/2016 - 18:10 WIB
BENGKULU– Demo Ratusan Warga ke PT
Cipta Buana Selaras atau CBS Kabupaten Bengkulu Tengah Berujung Ricuh, Sabtu
siang (11/06/2016). Akbitanya 2 wraga terkena tembakan petugas dan 1 petugas
kepolisian mengalami luka bacok.
Kejadian berawal dari
ratusan saat ratusan warga dari dua kecamatan di Kabupaten Bengkulu Tengah
melakukan aksi demo ke perusahaan tambang PT CBS. Demo ini sendiri terkait
penolakan warga atas sistem penambangan secara underground/bawah tanah yang dilakukan
perusahaan.
Diketahui dari peristiwa ini,
dua orang dari pihak warga tertembak peluru petugas, yakni Marta yang terkena
tembakan peluru di bagian leher dan Yanto yang terkena tembakan peluru di
bagian perut. Sementara dari pihak kepolisian, salah satu anggota terkana
tebasan parang di bagian bahu. Seluruh korban pun segera dilarikan ke rumah
sakit.
Kapolres Bengkulu Utara melalui
Wakapolres Kompol Eko Sisbiantoro mengatakan, pihaknya harus melepaskan
tembakan untuk menghalau aksi demo warga yang mulai brutal. Ia membenarkan
bahwa ada anggota yang terkena bacokan dari pihak warga.
Sementara itu, sala satu warga
yang tertembak Marta (18) warga desa Komering, kecamatan Merigi Sakti,
kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Curup. Ia
terkena tembakan saat melakukan aksi demo PT CBS, Tambang Batu Bara yang berada
di wilayah kecamatan Merigi Sakti dan Merigi Kelindang, kabupaten Bengkulu
Tengah.
Paman
korban, Anhar (48) menceritakan jika keponakannya tersebut ditembak petugas
kepolisian, saat mereka tengah mendemo PT Tambang Batu Bara tersebut.
Lanjutnya,
hingga skitar 500 warga dari 7 desa, yang berasal dari Kecamatan Merigi Sakti
dan Merigi Kelindang bergabung untuk menuntut kepada pihak PT tersebut, agar
memberhentikan praktik tambang underground, karena dapat merusak lahan warga.
“Praktik bawah
tanah ini sudah berjalan sekitar 5 bulan, warga sudah geram dengan kebijakan
pemerintah yang memberikan izin terhadap praktik tersebut,” pungkas Anhar.
(Bengkulu Ekspress)

Komentar
Posting Komentar