Langsung ke konten utama
Tambang Tradisional Ancam Keselamatan
Tambang Tradisional Ancam Keselamatan
Sabtu, 21/05/2016
TAMBANG - batu bara tradisional oleh masyarakat di
kawasan Blok 9 Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah
(Benteng) mengancam penambangnya. Pasalnya, bukan saja pengetahuan yang
minim mengenai penambangan, namun para penambang juga tak dilengkapi
alat-alat keselamatan.
Buktinya, dalam kurun waktu hampir 6 bulan terakhir ini sudah ada 3
warga tewas di wilayah tambang itu, sehingga perlu diveluasi oleh
pemerintah daerah.
Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPRD Benteng , Peri Hariadi SSos kepada BE, kemarin.
“Tanpa ada izin dari perusahaan, mana mungkin warga berani mengambil
batu bara di blok itu. Jangan sampai ada pembiaran dan malah masyarakat
yang menjadi korban. Sebab itu, atas beberapa kasus tewasnya penambang
di lokasi itu kami minta ada evaluasi dari Dinas ESDM terhadap penguasa
blok itu,” jelas Peri.
Menutur Peri, evaluasi tersebut tidak hanya berupa perizinan, namun juga
berkaitan dengan adanya dugaan dan kesan pembiaraan warga menambang
secara ilegal, sementara hasil penambangan batu bara di blok itu kembali
dibeli pihak perusahaan.
Tak hanya itu, dia juga meminta ada ketegasan Pemkab Kabupaten Benteng
guna meningkatkan kesejahteraan warga Benteng. Menurutnya, harusnya
pihak perusahaan membayar kompensasi pada warga tersebut dengan
mengangkatnya sebagai tenaga kerja dengan hak dan kewajiban yang
melekat, bukan menjadi tenaga atau buruh harian lepas.
“Harusnya diangkat jadi tenaga kerja, bukan dibiarkan menambang illegal
dan hasil penambangan mereka dibayar. Pemerintah harus mengambil
tindakan atas permasalahan ini,” tandasnya.
(Bengkulu Ekspress)
Komentar
Posting Komentar