selasa 19 april 2016
“Aktifitas perambah masih saja terlihat di TWA.
Itu bisa saja disebabkan oleh kurang tegasnya aparat penegak hukum dalam
menyikapi dugaan perambahan kawasan, yang dapat mengancam kelestarian TWA,”
ungkap salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Keban Agung, Usman pada Selasa
(19/4/2016).
Ditambahkan, kesabaran warga atas aktifitas
perambahan kawasan TWA dengan perambah yang sebagian besarnya merupakan warga
pendatang, sudah diambang batas.
“Kesabaran kami terus diuji dengan aktifitas yang
merugikan itu. Jika aktifitas itu tidak juga dihentikan dan juga tidak
penegakkan hukum yang tegas, maka besar kemungkinan kami akan menentukan sikap
sendiri,” ancam Usman.
Sementara, Piperi yang juga merupakan warga
Kelurahan Keban Agung, menilai pernyataan Usman tentang kesabaran warga Keban
Agung dan sekitarnya terkait masalah ini sudah diambang batas sebagai hal yang
wajar.
“Itu tidak lepas dari dampak perambahan terhadap
wilayah Kelurahan Keban Agung yang mana sudah menjadi langganan banjir,”
ungkapnya.
Kondisi TWA Bukit Kaba di Kepahiang
(Kupas Bengkulu)
Komentar
Posting Komentar