UNHCR: Eropa di ujung bencana kemanusiaan akibat ulah
sendiri
Rabu, 2 Maret 2016 04:39 WIB
Jenewa
- Peningkatan tajam jumlah pendatang di perbatasan utara Yunani mengancam
menciptakan bencana kemanusiaan, kata badan PBB untuk pengungsi (UNHCR) pada
Selasa.
Badan
tersebut mendesak semua pihak menyediakan tampungan bagi 24.000-an pendatang,
yang terdampar di Yunani, termasuk 8.500 di Idomeni, yang berbatasan langsung
dengan Makedonia. Pada Senin, di tempat tersebut, ratusan pendatang mendesak
ingin menyeberang perbatasan sehingga memaksa kepolisian menembakkan gas air
mata.
"Eropa berada di ujung bencana
kemanusiaan akibat perbuatan mereka sendiri," kata juru bicara UNHCR
Adrian Edwards dalam pertemuan berkala dengan wartawan.
"Keadaan Yunani, yang penuh
sesak pengungsi, menyebabkan kelangkaan bahan pangan, tempat penampungan, air,
dan kebersihan. Sebagaimana yang kami saksikan kemarin, ketegangan terus
meninggi sehingga menyebabkan kekerasan. Keadaan itu menguntungkan pelaku
perdagangan manusia," kata Edwards.
UNHCR mendesak semua anggota Uni
Eropa untuk menembah kapasitas pendaftaran bagi pencari suaka melalui prosedur
nasional masing-masing dan juga melalui skema relokasi Eropa.
"Yunani tidak bisa menangani
situasi ini sendirian," kata Edwards.
Meski Uni Eropa berkomitmen
merelokasi 66.400 pengungsi yang berada di Yunani, negara-negara anggota blok
tersebut sejauh ini baru bisa menyediakan 1.539 tempat dan hanya 325 yang sudah
benar-benar ditempatkan, kata Edwards.
Sekitar 131.724 pengungsi telah
menyeberangi Laut Tengah pada periode Januari dan Februari. Angka tersebut
sudah melampaui jumlah pengungsi pada semester pertama 2015.
Di sisi lain, jumlah pengungsi
meninggal saat menyeberangi laut tersebut sudah mencapai 410 pada periode yang
sama.
(Antara Bengkulu)
Komentar
Posting Komentar